Minggu, 09 Desember 2012

ASPEK PENGEMBANGAN MORAL PESRTA DIDIK


JURNAL PERKEMBANGAN BELAJAR PESERTA DIDIK
ASPEK PENGEMBANGAN MORAL PESRTA DIDIK

Di Ajukan Sebagai Tugas Mata Kuliah
Pengembangan Belajar Peserta Didik
Yang dibina Oleh Bapak Drs. Nurwidodo, M.Kes

 







Di Susun Oleh :
If’alul Naufal              (201210070311136 )
Fidrianti                      (201210070311154 )
Desi Wulansari            (201210070311166 )
       


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMDIYAH MALANG
Desember 2012



Kelompok VI :
1.      Melia Mega Sari                      (201210070311147)
2.      Diah Ayu Wulandari               (201210070311158)
3.      Aris Widodo                           (201210070311165)

ASPEK PERKEMBANGAN MORAL PESERTA DIDIK
1)      Pengertian aspek perkembangan moral
kohlberg (gnarsa, 1985) mengemukakan bahwa aspek moral adalah sesuatu yang tidak dibawa dari lahir, tapi sesuatu yang berkembang dan dapat diperkembangkan atau dipelajari. Perkembangan moral merupakan proses internalisasi(penghayatan: proses -- falsafah negara secara mendalam berlangsung lewat penyuluhan, penatar-an, dsb; )
penghayatan terhadap suatu ajaran, doktrin, atau nilai sehingga merupakan keyakinan dan kesadaran akan kebenaran doktrin atau nilai yg diwujudkan dl sikap dan perilaku nilai atau norma masyarakat sesuai dengan kematangan dan kemampuan seseorang dalam menyesuaikan diri terhadap aturan yang berlaku dalam kehidupannya. Jadi, perkembangan moral mencangkup aspek kognitif yaitu pengetahuan tentang baik atau buruk atau benar atau salah, dan aspek afektif yaitu sikap perilaku moral itu dipraktekkan.
2)      Tahap-Tahap Perkembangan Moral
Dalam tahap pengembangan moral ini menurut kohlberg ada 3 tahap perkembangan moral yaitu:
a. Tahap Prakonvensional
Dimana aturan berisi ukuran moral yang dibuat otoritas pada tahap perkembangan ini anak tidak akan melanggar aturan karena takut ancaman hukuman dari otoritas.
b. Tahap konvensional
Anak mematuhi aturan yang dibuat bersama, agar ia diterima dalam kelompok sebaya atau oleh otoritasnya.
c.    Tahap pascakonvensional
Anak menaati aturan untuk menghindari hukuman kata hatinya.
 Dalam tahap pengembangan moral ini menurut J. Bull perkembangan moral dibagi menjadi 4 yaitu:
a. Tahap anomi ketidakmampuan moral bayi. Moral bayi barulah suatu potensi yang siap  dikembangkan dalam lingkungan.
b. Tahap heteronomi dimana moral yang berpotensial dipacu berkembang orang lain atau toritas melalui aturan dan kedisiplinan.
c. Tahap sosionomi dimana moral berkembang ditengah sebaya/dalam masyarakat, mereka lebih menaati aturan kelompok dari pada aturan otoritas.
d. Tahap otonomi moral yang mengisi dan mengendalikan kata hati serta kemampuan bebasnya untuk berperilaku tanpa tekanan lingkungan.



Adapun tahap-tahap perkembangan moral yang dikenal diseluruh dunia yang di kemukakan
oleh kohlberg (1958) sebagai berikut:

Tingkat 1: Prakonvensional.
Pada tingkat ini aturan berisi aturan moral yang dibuat berdasarkan otoritas. Anak tidak melanggar aturan moral karana takut ancaman atau hukuman dari otoritas. Tingkat pra-konvensional dari penalaran moral umumnya ada pada anak-anak, walaupun orang dewasa juga dapat menunjukkan penalaran dalam tahap ini
Tingkat 2 : Konvensional.
Pada tingkatan ini anak mematuhi aturan yang dibuat bersama agar diterima dalam kelompoknya, Tingkat konvensional umumnya ada pada seorang remaja atau orang dewasa. Orang di tahapan ini menilai moralitas dari suatu tindakan dengan membandingkannya dengan pandangan dan harapan masyarakat
Tingkat 3: pasca konvensional, otonom atau berlandaskan prinsip
Pada tingkat ini anak mematuhi aturan untuk menghindari hukuman kata hatinya. Tingkat ini juga terdiri dari dua tahap yaitu:
» tahap orientasi terhadap perjanjian antara dirinya dengan lingkungan sosial.
Pada tahap ini ada hubungan timbal balik antara dirinya dengan lingkungan sosial dan masyarakat. Seseorang menaati aturan sebagai kewajiban dan tanggung jawab dirinya dalam menjaga keserasian hidup masyarakat.
» tahap prinsip etika universal.
Pada tahap ini selain ada norma pribadi yang bersifat subyektif ada juga norma etik (baik/ buruk, benar atau salah) yang bersifat universal sebagai sumber menentukan sesuatu perbuatan yang berhubungan dengan moralitas.


TANYA JAWAB
1.      Nayla B (171)
Selai ada norma universal , batasan batasan yang berbeda, standart yang akan di pakai bagaimana ?
Jawaban :
Dengan cara penarika moral universal, contohnya mematuhi rambu rambu lalulintas, di larang membunuh. Standart moral meskipun universal di tentukan oleh kelompok jadi tergantung pada si pembuat moral.
2.      Genius (138)
Bagaimana jika peserta didik tidak mempunyai moral ?
Jawaban :
      Jika siswa tidak mempunyai moral maka dampaknya akan merugikan diri sendiri/lingkungan sekitar. Namun konsep moral suatu Negara berbeda beda.

3.      Dwi kurniawati
Bagaimana cara menghadapi peserda didik yang tidak seimbang tara kecerdasan dan moral.
Jawaban :
      Karena upaya mengantarkan peserta didik menjadi manusia seutuhnya.Karena itu pendidikan harus seimbang, yang hanya tidak mampu mengantarkan peserta didik  Sesuai dengan tuntutan jaman serta kemajuan Ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga menghadap. kecerdasan moral yang harus dipupuk sejak dini .

KESIMPULAN
1)      Pengertian aspek perkembangan moral
kohlberg (gnarsa, 1985) mengemukakan bahwa aspek moral adalah sesuatu yang tidak dibawa dari lahir, tapi sesuatu yang berkembang dan dapat diperkembangkan atau dipelajari. Perkembangan moral merupakan proses internalisasi(penghayatan: proses -- falsafah negara secara mendalam berlangsung lewat penyuluhan, penatar-an, dsb; )
penghayatan terhadap suatu ajaran, doktrin, atau nilai sehingga merupakan keyakinan dan kesadaran akan kebenaran doktrin atau nilai yg diwujudkan dl sikap dan perilaku nilai atau norma masyarakat sesuai dengan kematangan dan kemampuan seseorang dalam menyesuaikan diri terhadap aturan yang berlaku dalam kehidupannya.
3)      Tahap-Tahap Perkembangan Moral
Dalam tahap pengembangan moral ini menurut kohlberg ada 3 tahap perkembangan moral yaitu:
a. Tahap Prakonvensional
Dimana aturan berisi ukuran moral yang dibuat otoritas pada tahap perkembangan ini anak tidak akan melanggar aturan karena takut ancaman hukuman dari otoritas.
b. Tahap konvensional
Anak mematuhi aturan yang dibuat bersama, agar ia diterima dalam kelompok sebaya atau oleh otoritasnya.
d.   Tahap pascakonvensional
Anak menaati aturan untuk menghindari hukuman kata hatinya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar